by

Bendera Partai Dibakar, PPP Kaltim Laporkan Oknum Mahasiswa ke Polisi!

HALAMANKANAN.COM, Samarinda — Aksi pembakaran bendera Partai Persatuan Pembangunan (PPP) oleh oknum mahasiswa saat menggelar demonstrasi di depan kantor DPW PPP Kaltim dijalan Ir Juanda Samarinda berbuntut laporan polisi.

DPW PPP Kaltim menilai tindakan tersebut telah keluar dari koridor demokrasi dan tidak lagi mencerminkan penyampaian aspirasi secara konstitusional.

Laporan resmi dilayangkan ke Polresta Samarinda pada Senin (25/5/2026) dengan terlapor Kamarul Azwan yang saat kejadian merupakan jendral lapangan pendemo.

Wakil Ketua DPW PPP Kaltim, Sobirin, menegaskan partainya tidak anti terhadap kritik maupun demonstrasi.

Namun menurutnya, pembakaran simbol organisasi politik merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam iklim demokrasi.

“Kritik silakan, demonstrasi juga kami hormati sebagai hak masyarakat. Tetapi ketika sudah membakar simbol partai, itu bukan lagi bentuk penyampaian aspirasi yang sehat,” ujarnya.

Menurut Sobirin, langkah hukum yang ditempuh bukan semata-mata untuk memperpanjang polemik, melainkan sebagai bentuk menjaga marwah partai dan memberikan pembelajaran agar penyampaian pendapat tetap dilakukan secara tertib.

Ia juga membantah anggapan bahwa partai sengaja menghindari massa aksi saat demonstrasi berlangsung. Saat itu, kata dia, seluruh pengurus DPW PPP Kaltim tengah menjalankan agenda internal partai tingkat provinsi yang telah dijadwalkan sebelumnya.

“Tidak ada pemberitahuan aksi sebelumnya. Sementara pengurus sedang fokus pada agenda internal partai se-Kaltim,” katanya.

Dalam aksi demonstrasi tersebut, massa mahasiswa sempat membakar ban bekas di depan kantor partai hingga menimbulkan asap hitam. Situasi kemudian memanas ketika bendera PPP ikut dibakar di halaman kantor partai.

PPP Kaltim berharap penanganan perkara dilakukan secara profesional oleh aparat kepolisian dan tetap mengedepankan prinsip hukum yang berlaku.

“Demokrasi harus tetap dijaga dengan menghormati aturan dan simbol organisasi. Jangan sampai kebebasan berpendapat berubah menjadi tindakan anarkistis,” pungkas Sobirin. *)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *