HALAMANKANAN.COM, Samarinda – Koalisi Pers Kalimantan Timur melayangkan empat tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas dugaan adanya intimidasi kepada awak media saat melakukan peliputan aksi 214, Selasa (21/4) kemarin.
Tuntutan ini pun mendapat respon cepat dari Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. Harum (sapaan akrab) langsung menggelar pertemuan dengan sejumlah awak media di GOR Kadrie Oening Samarinda, Kamis (23/4) kemarin.
Rudy Mas’ud menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan instruksi untuk membatasi kerja-kerja jurnalistik awak media saat liputan.
“Saya tidak pernah membatasi kebebasan pers. Untuk aksi kemarin, kewenangan kendali keamanan sepenuhnya ada dipihak aparat keamanan,” tegasnya.
Meski demikian, Rudy Mas’ud mengaku terbuka atas semua kritik yang disampaikan melalui media. “Saya senang berdiskusi dengan wartawan, silahkan koreksi kalau saya salah,” lanjutnya.

Tak lupa, ia juga menyebut media massa sebagai mitra strategis pemerintah yang tidak bisa diabaikan.
Politisi Partai Golkar ini turut mengajak pekerja pers turut membangun Kaltim melalui tulisan-tulisan yang informatif.
“Media itu mata dan telinga pemerintah, menjadi kontrol terhadap jalannya roda pemerintahan, sebagai koreksi untuk lebih baik kedepannya,” tuturnya.
Ia juga berpesan agar media berperan dalam menciptakan kondusifitas di Kaltim.
“Selama ini sudah berjalan dengan baik, kami sangat terbantu. Suasana sejuk ini harus terus dijaga untuk kenyamanan di Kaltim,” tutupnya. *)








Comment